Beberapa menit mw jam 5 sore, hari senin 5 April 2010. Mw lanjutin kerja tapi tanggung ach bentar lagi siap2 kuliah. Before do the next activity ada satu yang pengin aku posting.
Ini aku tulis tadi pagi, beberapa jam sebelum final decision. Kurang lebih gini dech hasilnya…
“ Sepertinya titik terang itu hampir tampak sebagai ujung dari penyelesaian itu. Bagiku kini cukup jelas ketika ada dua percabangan hati, sebaiknya mungkin memang tak usah diteruskan lagi. Bukankah selamanya seseorang berhak menjadi satu-satunya cinta dalam kehidupan seseorang lainnya? Ketika langkah itu berhenti pada sebuah persimpangan dan kebimbangan, hanya tak bisa memaksanya melangkahkan kaki bersama ke mimpi-mimpi besar itu sementara selamanya ia akan menoleh kebelakang, terus dalam keraguan dan rasa bersalah. Berjalan dengan langkah-langkah berat.
Apalagi yang membebani usainya hubungan ini, jika kita sudah sama-sama membentengi diri membangun pertahanan agar tak benar-benar jatuh ketika seluruh perasaan ini harus dilungsurkan. Bagiku segala sayang ini, kerinduan ini, masih lebih mungkin untuk dikorbankan untuk begitu banyak tujuan mulia dan kebaikan berbagai pihak di depan sana.
Jangan takut mengakhiri, karena selama ada waktu sebuah akhir sama saja dengan sebuah awal baru. Setidaknya aku puas karena telah belajar menjaga kesetiaan ini sampai titik akhir kesempatanku. Aku lega karena ternyata ketika waktunya hampir tiba, derasnya air mata sudah tumpah lebih dulu. Segala kontemplasi hati dan pikiran sudah terulur dari kekusutannya. Aku merasa sudah cukup menangis dan bersyukur menemukan jawabannya dari pernyataanmu yang seolah begitu sulit terucap.
Aku mengerti..aku bisa mengerti.
Meski untuk beberapa waktu aku harus tertegun lagi, membenahi serakan waktu-waktu berharga kita dan mengemasnya rapat. Meski untuk sementara waktu aku harus bersabar menghapus titik-titik tangis yang kadang sulit ku bendung, atau menikmati kesepian yang dalam hingga jauh malam. Tapi aku tahu, Tuhan tahu, dan dunia tahu aku tak akan menyerah dengan keadaan itu. Aku tahu selalu ada batas waktu untuk mengobati luka dan sembuh. Dan aku tahu bagaimanapun berat, aku pasti bangkit lagi, bangun lagi, tersenyum lagi untuk dunia baru, untuk hari baru, untuk segala hal baru, dan untuk diriku yang baru. Karena manusia tidak akan pernah sama lagi ketika sesuatu atau seseorang datang lalu pergi dalam hidupnya.
Hari ini 5 bulan lalu, bunga-bunga bertebaran dalam udara yang kita hirup, dalam ruang yang kita sentuh ketika sayang itu terikrar juga dari dirimu dan diriku. Hari ini, tepat 5 bulan sesudahnya..kuharap tak usah memenuhinya dengan kemarahan, dengan salah prasangka, dengan akhir yang menyakitkan, sudahlah..jika memang jawabnya sudah.
Telah begitu banyak waktu yang kita jalani bersama, begitu panjang jarak yang kita tempuh dan lalui bersama. Setidaknya kita sudah mencoba. Mencoba merangkai segala yang terbaik untuk hidup dan kehidupan kita. Namun, jika bukan ini ujung takdirnya. Aku takkan pernah menyesa pernah menempuh titik-titik nasib ini denganmu. Bersyukur kau pernah ada dalam keping mozaik hidupku. Sebagai sebuah gambaran yang pernah sangat istimewa, pernah sangat berwarna. Terima kasih..
Pernah mengenalmu dan menyentuhmu dengan dangat dekat selalu jadi kebahagiaan bagiku. Dan aku takkan mengubah apapun dalam memoriku. Dirimu yang membuatku tahu pria berintegritas itu ada, dirimu yang telah membantu mewujudkan sebagian mimpi-mimpiku dengan sangat sempurna., dirimu yang menemani waktu-waktuku dan menyulapnya jadi tawa dan canda. Dirimu dan dirimu yang telah mengajari aku rasa yang nyata, pikiran yang nyata, yang belum pernah ku kecap sebelumku mengenalmu.”
Apapun hasilnya..aku yakin itu adalah jawaban terindahMu Tuhan..
Terima kasih untuk segalanya…terima kasih telah menemani malam2 penuh tangis, terima kasih selalu mendengar keluh kesah dan pengakuan-pengakuanku..terima kasih telah membimbing dalam semua kegalauan dan kebimbangan ini. Hingga ketika sampai pada akhirnya aku bisa jauh lebih tegar, jauh lebih mengerti dan merasa lapang. Jika bukan karenaMu..semua ini mungkin akan terasa begitu berat. Tapi, ternyata tidak..aku percaya janji-janji indah dan jaminanMu di depanku. Aku belajar…terima kasih sudah mengajari banyak hal lagi setelah berlalunya semua ini. Terima kasih untuk orang-orang terbaik yang selalu ada untuk mencintaiku dan untuk kucintai. Terima kasih…terima kasih untuk segalanya. Dear My Almighty..
_deeba_